:D, jumpa lagi (hehehehe) , setelah sempet basi gak di update, dan bingung mo nulis apa, dan di tengah krisis bandwith yang sedang melanda kantorku akhirnya…ini deh tulisannya (maaf kalo topiknya basi :D )

Extreme Programming (XP) adalah lightweight metodologi yang fokus pada coding sebagai tugas utama., menggunakan metode Extreme Programming, aktivitas coding menjadi terdapat di semua tahap pada software development lifecycle. konsep XP di gagas oleh Kent Beck dan Ward Cunningham sewaktu mereka mengerjakan proyek di DaimlerChrysler.

Empat kunci utama dari XP Kent Beck, sebagai penggagas dari metode XP, mendefinisikan empat kunci utama dari XP: • Communication (Komunikasi) • Simplicity (Kesederhanaan).
• Feedback (masukan) • Courage (Keberanian,keteguhan hati)

Komunikasi di maksudkan untuk memfasilitasi estimasi tugas , pair programming , iteration planning , dst. Intinya dengan komunikasi dapat tercipta suatu suasana dimana orang – orang yang terlibat dalam proyek dapat dengan bebas mendiskusikan pekerjaan tanpa merasa takut ( protes soal estimasi waktu pengerjaan misalnya :) , tentu saja dengan alasan yang tepat :D , Anda tidak bisa berkata “hey bos gak cukup 2 jam ngerjain task ini “ , sementara sebagian waktu Anda di habiskan untuk tidur :D ,oooouugghhh ).

Kesederhanaan tujuan dari proyek ,bukan sebagai ajang untuk unjuk kemampuan , tapi untuk menghasilkan sesuatu bagi pelanggan , tidak harus menggunakan algoritma paling efisien ketika kita tidak berniat membuat aplikasi real time , menggunakan teknologi terbaru ketika teknologi lama masih bisa menyelesaikan permasalahan yang muncul , membuat artificial intelligence ketika dengan beberapa statement if saja selesai dst ( kalau bisa kenapa tidak ? , tentu saja jika kita mampu menerapkannya tanpa merusak jadwal dari proyek itu sangat bagus, tapi pengalaman kami yang sedikit membuktikan terlalu banyak tuning pada kode program , membuat jadwal proyek rusak , task tidak pernah maju , hanya berkutat pada satu kasus itu saja sementara tenggat waktunya semakin mendekat. explore tidak seharusnya dilakukan di proyek , tetapi lebih tepat di bagian riset dan pengembangan).

Masukan sangat penting , baik yang datang dari testing , masukan dari customer ,review kode program dan metoda – metoda lainnya. Sebagai contoh jika kita melakukan tes secara berulang – ulang pada setiap kode program yang kita tulis , kita akan secara konstan mendapatkan masukan mengenai kualitas dari pekerjaan kita, jika ada yang salah akan segera di ketahui , hal – hal seperti ini jauh lebih baik daripada ketika mengetahui bug pada kode program kita sehari sebelum aplikasi kita mesti di kirim (yeaaah, begadang lagi :D ).

Keberanian / keteguhan hati untuk melakukan hal yang benar , ketika setiap kode yang ditulis mengerikan , sulit di baca dan di pahami, berbelit – belit ,melanggar semua aturan penulisan dsb. Sudah seharusnya kode program seperti itu di refactor ( kalau perlu di buang  ) . Testing di sini berperan penting, agar potongan kode yang dibuang tidak merusak sistem secara keseluruhan.

segitu dulu tulisannya (namanya jg sekilas :P , jd ya pendek aja :p ) untuk info lebih lanjut bisa kunjungi situs - situs soal xp , metoda ini metoda yang menjanjikan untuk di coba dalam pengembangan perangkat lunak :) ….. c u :)