Apakah senyum dan sapa sesuatu yang langka di kota besar ? tidak! Anda akan mudah menemui senyum dan sapa di pintu masuk hampir setiap rumah makan besar, begitu juga pintu masuk bank, dan banyak tempat lainnya.
Ya senyum dan sapa bukan barang langka yang langka adalah senyum dan sapa yang tulus, senyum yang memiliki jiwa di dalamnya, yang keluar dari hati dalam setiap adanya.
Yang ada hanya senyum palsu perintah perusahaan dan tuntutan profesi.
Era post modern bukan hanya menyajikan kemajuan dalam hal teknologi, tapi turut pula menghadirkan beragam penyakit psikologis, kita berada dalam krisis nilai-nilai kemanusiaan.
Manusia semakin banyak, tetapi semakin sedikit yang manyapa dengan jiwanya, setiap hubungan personal di maknai dengan untung-rugi.
Kita semakin kesepian dalam keramaian
gak jelasMay 2, 2007 6:39 am
2 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://sapt.blogsome.com/2007/05/02/19/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

ya namanya jg menungso bos
klo ga snyum kemnugkinan gajinya kecil huakakakakakak. sudah basa-basi senyam senyum ke bos gaji ga naek2 :d
Comment by manis sedunia — May 2, 2007 @ 7:18 am
Sekarang adalah jaman dimana semua bisa dijual, termasuk senyum. Jika kita ada di kota besar seperti Jakarta, kita hampir tidak menemukan gadis cantik berjalan di trotoar, bus atau angkot, karena cantik itu modal, maka itu juga bisa dijual, dan orang cantik bisa berpenghasilan dari sana. (Baca buku Jakarta Undercover sebagai referensi). Tidak heran kan.
Manusia sekarang cenderung berpikir untung rugi, tidak akan melakukan sesuatu kalau tidak ada untungnya. Jika pendekar Hari ingin beramal di akhirat nanti, maka senyum adalah amal baik yang paling murah.
Cuman ingat jangan senyum2 sendiri pada saat beribadah atau sholat, karena itu gejala autisme parah (Orang gila), jangan lupa makan obatnya tiap hari dan konsultasi seminggu sekali di Riau 11.
Sukses buat Hari..
Comment by Tarx — May 3, 2007 @ 4:14 am