Kita hidup di era dimana segala sesuatunya dibuat seragam, para pemilik modal mendiktekan selera untuk memperkuat pasar produk mereka lewat nabi-nabi nya yang memiliki julukan public figur,selebritis, perancang mode dan segudang sebutan lainnya.Tidak ada sebutan "Fashionable" selain yang selebritis gunakan atau peracang mode utarakan.
Disisi yang lain para pemimpin formal dan non formal mendiktekan pemikirannya lewat acara pidato, pendidikan,ceramah, teror (mental maupun fisik) dan dilembagakan dengan kurikulum yang sistematis.Tidak ada kebenaran selain apa yang pemimpin ucapkan.
kedua-duanya menekankan keseragaman berdasarkan ego dan selera mereka, orang lain hanya dinilai sebagai "pasar" bukan sebagai individu yang utuh dan cukup diwakili dengan angka-angka berupa jumlah jiwa.
Kondisi ini membunuh kesadaran kita sebagai manusia, mematikan potensi diri dan melupakan tujuan mengapa kita ada secara perlahan-lahan.
gak jelasMay 7, 2007 5:00 am
7 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://sapt.blogsome.com/2007/05/07/20/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

bakar copot aja seragamnya, belajar cara ngejait trus bikin baju sendiri sesuai prinsip, terserah mo dipake sendiri or ditawarin ke orang len juga
Comment by temon — May 8, 2007 @ 5:33 am
Fashionable: being context in fashion. Bukannya menuruti selebritis dengan membabibuta. Semua ada konteksnya…
Comment by Helman — May 10, 2007 @ 9:19 am
yup sesuai konteksnya, yg jd masalah (masyarakat) kita sering begitu mudahnya mengikuti
standar dari apa yg (orang sebut) public figure, tanpa berupaya memberi ruang bagi inisiatif pribadi
Comment by Administrator — May 10, 2007 @ 9:37 am
Ya Allah, is that you Adi?
hikikikiki….
Comment by yustin — May 11, 2007 @ 1:01 pm
Begitulah, ini merupakan sisi lain dari saya, sama seperti juga rekan-rekan saya yang lain seperti bruce wayne dan batman nya, clark kent dan superman, peter parker dan spidey
Comment by Administrator — May 11, 2007 @ 1:27 pm
Halo met kenal ya.. selamat datang di blogfam. Maaf saya baru sempat kesini nih,,
Comment by Nada Taufik — May 12, 2007 @ 8:44 pm
Oh, ya? Kalau begitu blog ini sisi yang mananya? Superheronya? Atau sisi “normal”-nya?
BTW, mengenai keterpengaruhan kita oleh fashion, jadi teringat tulisan Walker Percy dalam buku “The Last Self-Help Book”, bahwa itu bisa terjadi pada diri manusia yang hampa. Sehingga mudah terpengaruh oleh figur yang otoritatif, seperti pengusung gaya. Sekarang kita mungkin bisa bilang “sesuai konteks”, tapi Percy melontarkan satu hal yang cukup jahil, “Cobalah lihat foto-foto lama kita.”
Apakah ada gaya rambut atau busana yang kita melihatnya sambil mengernyit? Merasa bahwa itu bukan kita? Kalau ya, bisa jadi kita terpengaruh oleh fashion saat itu tanpa sadar.
Comment by isman — May 14, 2007 @ 3:31 pm