Kita hidup di era dimana segala sesuatunya dibuat seragam, para pemilik modal mendiktekan selera untuk memperkuat pasar produk mereka lewat nabi-nabi nya yang memiliki julukan public figur,selebritis, perancang mode dan segudang sebutan lainnya.Tidak ada sebutan "Fashionable" selain yang selebritis gunakan atau peracang mode utarakan.

Disisi yang lain para pemimpin formal dan non formal mendiktekan pemikirannya lewat acara pidato, pendidikan,ceramah, teror (mental maupun fisik) dan dilembagakan dengan kurikulum yang sistematis.Tidak ada kebenaran selain apa yang pemimpin ucapkan.

kedua-duanya menekankan keseragaman berdasarkan ego dan selera mereka, orang lain hanya dinilai sebagai "pasar" bukan sebagai individu yang utuh dan cukup diwakili dengan angka-angka berupa jumlah jiwa.

Kondisi ini membunuh kesadaran kita sebagai manusia, mematikan  potensi diri dan melupakan tujuan mengapa kita ada secara perlahan-lahan.